30 Persen Dari 300 Ribu

Author:

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanya 30 persen dari 300 ribu, kamu berada di halaman yang tepat. Kami punya sekitar 10 tanya jawab mengenai 30 persen dari 300 ribu. Silakan baca lebih lanjut di bawah.

foto nama nama bulan purnama  bulan serigala pink moon hingga

1.Sederhanakan perbandingan 30 menit 1 1/2 jam. 2.seorang pedagang membeli

Pertanyaan: 1.Sederhanakan perbandingan 30 menit
1 1/2 jam.

2.seorang pedagang membeli 100kg gula dengan harga 12 ribu per kg. Pedagang itu menjual gula tersebut dengan memperoleh uang sebesar 1 juta 300 ribu .
A. Berapakah keuntungan pedagang tersebut
B.tentukan persentase keuntungan tersebut.

3. Andi menyimpan uang di bank mandiri sebesar 800 ribu dengan potongan 12 persen pertahun .
A. Tentukan bunga tabungan andi selama setahun
B.berapa uang tabungan andi selama setahun.

4. Seorang pedagang membeli 5 karung beras dengan berat kotor masing masing dengan tara 1 persen .berapa rupiah pedagang itu harus membayar . Jika setiap kg beras tersebut 13 ribu.

1) 1 1/2 jam = 90 menit
jadi, 30 menit : 90 menit = 1 menit : 3 menit

semoga membantu

PTS Ganjil Matematika1. Pecahan senilai dari 1/4 adalah… A. 2/8B.

Pertanyaan: PTS Ganjil
Matematika

1. Pecahan senilai dari 1/4 adalah… A. 2/8
B. 3/8
C. 4/8
D. 5/8

2. Bentuk paling sederhana dari 6/12 yaitu …
A. 1/2
B. 3/4
C. 2/4
D. 3/2

3. Titik-titik berikut di isi menjadi 3/4 = 9/ ….
A. 12
B. 6
C. 15
D. 3

4. Penulisan untuk sepuluh persen yaitu…
A. 10%
B. 10
C. 10 β
D. 10 €

5. Tentukan <,> atau = pada angka berikut:
1/4 …. 3/4
A. >
B. <
C. =
D. %

6. Pecahan campuran dari 5/4 adalah…
A. 1 1/4
B. 1 2/4
C. 2 1/4
D. 2 2/4

7. Pecahan desimal dari 2/8 adalah
A. 00,25
B. 0,025
C. 25 %
D. 0,25

8. Pecahan desimal 0,5 bentuk pecahan biasanya adalah…
A. 1/2
B. 1/4
C. 1/5
D. 1/10

9. Angka dua persen dalam penulisan matematikanya adalah….
A. Dua persen
B. Dua %
C. 2 perseb
D. 2 %

10. Berikut adalah pecahan biasa …
A. 1/4
B. 2 1/4
C. 1,5
D. 12%

11. Berikut adalah pecahan campuran yaitu …. .
A. 2/3
B. 3 1/2
C. 15 %
D. 1,15

12. Berikut adalah pecahan desimal yaitu …
A. O,5
B. 1/5
C. 15 %
D. 1 1/5

13. Angka 7 dari 17 bernilai…
A. Satuan
B. Puluhan
C. Ratusan
D. Ribuan

14. Angka 2 dari 21 bernilai…
A. Satuan
B. Puluhan
C. Ratusan
D. Ribuan

15. Angka 21 dalam pembulatan ke puluhan terdekat menjadi…
A. 10
B. 20
C. 25
D. 30

16. Angka 37 dalam pembulatan ke puluhan terdekat menjadi…
A. 30
B. 40
C. 50
D. 100

17. Angka 49 dalam pembulatan ke puluhan terdekat menjadi…
A. 40
B. 50
C. 100
D. 490

18. Angka 51 dalam pembulatan ke puluhan terdekat menjadi…
A. 50
B. 55
C. 60
D. 70

19. Angka 175 dalam pembulatan ke ratusan terdekat menjadi…
A. 100
B. 150
C. 200
D. 1000

20. Angka 249 dalam pembulatan ke ratusan terdekat menjadi…
A. 200
B. 250
C. 100
D. 300

21.Angka 561dalam pembulatan ke puluhan terdekat menjadi…
A. 500
B. 550
C. 600
D. 650

22. Rina membeli seragam SD seharga Rp 100.000 ,Rino membeli seragam Pramuka seharga Rp 110.000.
Berapakah total yang harus Rina dan Rino bayarkan?
A. Rp 50.000
B. Rp 200.000
C. Rp 90.000
D. Rp 210.000

23. Alex memiliki uang sebesar Rp 200.000,ia berbelanja alat-alat tulis seharga Rp 125.000.
Berapa sisa uang Alex?
A. Rp 50.000
B. Rp 75.000
C. Rp 325.000
D. Rp 750.000

24. Taksiran baik dari 11 x 17 adalah….
A. 187
B. 200
C. 125
D. 300

25. Pecahan campuran berikut (2 1/5),bentuk pecahan biasanya adalah….
A. 7/5
B. 8/5
C. 11/5
D. 21/5
tolong jawab yang benar’ waktu ya 5 menit lagi KKK please bantu​

25. 7/5

24. 187

23. 75.000

22. 210.000

Penjelasan dengan langkah-langkah:

25. 7/5

24. 187

23. 75.000

22. 210.000

Jawaban:

1. A

2. A

3. A

4. A

5. B

6. A

7. D

8. A

9. D

10. A

11. B

12. A

13 . A

14. B

15. B

16. B

17. B

18. A

19. C

20. A

21. B

22. D

23.B

24. B

25.C

Penjelasan dengan langkah-langkah:

SEMOGA MEMBANTU

JANGAN LUPA FOLLOW DAN JADIKAN YANG TERBAIK YA

Bacalah teks berita dibawah ini kemudian kerjakan tugas tugasnya. Soal

Pertanyaan: Bacalah teks berita dibawah ini kemudian kerjakan tugas tugasnya.

Soal
1. Tentukan isu aktualnya.
2. Buatlah argumen berisi penilaian,kritik,prediksi (dugaan berdasarkan fakta fakta empiris),harapan,dan saran penyelesaian masalah terkait isu aktual.

Teks
Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Harmonisasi Sertifikasi Produk UKM Penting untuk Hadapi MEA 2015
Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.

Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri. (Dny/Gdn)**

Bacalah teks berita dibawah ini kemudian kerjakan tugas tugasnya.

Soal

1. Tentukan isu aktualnya.

2. Buatlah argumen berisi penilaian,kritik,prediksi (dugaan berdasarkan fakta fakta empiris),harapan,dan saran penyelesaian masalah terkait isu aktual.

Teks

Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Harmonisasi Sertifikasi Produk UKM Penting untuk Hadapi MEA 2015

Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.  

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

Jawaban

Pendahuluan

Berita “Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten” merupakan salah satu berita yang mengulas tantangan dunia industri saat ini. Kebutuhan yang terus berkembang dan perkembangan teknologi, menuntut tenaga kerja untuk memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, hal ini tidak dapat dicapai dengan mudah mengingat pendidikan memerlukan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, isu ini ditanggapi oleh pemerintah yang mengusahakan dimasukkannya kurikulum yang mendukung peningkatan kemampuan para tenaga kerja.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal menyajikan kita dengan bebeberapa pertanyaan terkait berita tersebut. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut satu per satu.

1. Tentukan isu aktualnya.

Jawaban:

Isu aktual pada berita ini adalah kesenjangan kualitas tenaga kerja antara kualitas yang dimiliki tenaga kerja saat ini dengan yang dibutuhkan industri.

2. Buatlah argumen berisi penilaian,kritik,prediksi (dugaan berdasarkan fakta fakta empiris),harapan,dan saran penyelesaian masalah terkait isu aktual.

Jawaban:

Penilaian: Kondisi ini terjadi akibat tidak dimulainya pendidikan khusus vokasi dari beberapa waktu lalu, sehingga tenaga kerja saat ini tidak mampu menyesuaikan diri dengan tantangan dan kebutuhan dunia industri.

Kritik: Pemerintah harus mulai menerapkan kurikulum khusus vokasi agar tenaga kerja yang dibentuk memiliki setiap kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan dunia industri.

Prediksi: Jika penerapan kurikulum dimulai saat ini, setidaknya hasilnya akan dapat kita nikmati dalam waktu 3 – 5 tahun ke depan.

Harapan: Semoga dengan adanya penerapan kurikulum tersebut, tidak terjadi lagi kesenjangan kompetensi di dunia industri.

Saran penyelesaian masalah: Tenaga kerja yang menganggur saat ini harus menempuh pendidikan vokasi agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kesimpulan

Kebutuhan yang terus berkembang dan perkembangan teknologi, menuntut tenaga kerja untuk memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pelajari lebih lanjut

Materi berita: https://brainly.co.id/tugas/9953422

Detil jawaban

Kelas: VII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Kategori: Berita

Kode kategori: 7.1.3

Kata kunci: berita, isu aktual

cara menghitung diskon harga barang 300 ribu diskon 30 persen

Pertanyaan: cara menghitung diskon

harga barang 300 ribu diskon 30 persen
berapa harga yang harus di bayar ?​

Jawaban:

210 ribu

Penjelasan dengan langkah-langkah:

karena didiskon 30%, yang dibayar tinggal 100% – 30% = 70%

70/100 x 300000 = 210000

Jawab:

210.000

Penjelasan dengan langkah-langkah:

30/100 x 300.000 = 90.000

300.000 – 90.000 = 210.000

Liputan6.com, Jakarta – Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun

Pertanyaan:

Liputan6.com, Jakarta – Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.

Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri. (Dny/Gdn)**

Apa isu aktual dan argumentasi(penilaian, kritik, prediksi, haran, serta saran) dari teks diatas?? tolong dong kak yang bisa bantu.

Info Aktual : Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Argumentasi :

Penilaian : Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

Kritik : “Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Prediksi : Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

tolong besok dikumpul judul teks : Banyak Tenaga Kerja RI

Pertanyaan: tolong besok dikumpul

judul teks : Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten

1. tentukan kalimat kaidah kebahasaan penggunaan kata populer ,
menggunakan kata ganti penunjuk ,
penggunaan konjungsi kausalitas yang ada pada teks ?

– Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Harmonisasi Sertifikasi Produk UKM Penting untuk Hadapi MEA 2015

Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.

Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri. (Dny/Gdn)**

Jawaban:

Penggunaan kata populer pada teks editorial Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten yaitu kesenjangan, gap.

Penggunaan kata ganti penunjuk yaitu

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri.

Penjelasan:

Penggunaan konjungsi kausalitas dari teks editorial tersebut yaitu

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Konjunsi kausalitas ditandai dengan adanya kata karena, sebab, oleh karena itu.

Pelajari lebih lanjut struktur teks editorial Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten pada https://brainly.co.id/tugas/24842112

#BelajarBersamaBrainly

Sekolah Menengah PertamaB. indonesia 23 poin Banyak Tenaga Kerja RI

Pertanyaan: Sekolah Menengah PertamaB. indonesia 23 poin

Banyak Tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten

– Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

Harmonisasi Sertifikasi Produk UKM Penting untuk Hadapi MEA 2015
Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.

Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri. (Dny/Gdn)**

Pertanyaan ❓

1. Isi
2. Fakta dan opini
3. Struktur
– pernyataan umum/isu
– pendapat/argumen (opini)
– kesimpulan

Banyak tenaga Kerja RI yang Tak Kompeten merupakan salah satu liputan media yang membahas tentang kualitas tenaga kerja Indonesia yang dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dialami dunia industri saat ini. Di saat Indonesia masih mengalami pengangguran, industri bukannya tidak mau untuk menyerap tenaga kerja, melainkan karena kualitas yang dimiliki tenaga kerja yang tidak sesuai sehingga jika diserap hanya akan membahayakan industri sendiri.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menjawab tiga pertanyaan terkait teks tersebut. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut satu per satu.

1. Isi

Teks tersebut mengandung isi bahwa kebutuhan industri sering kali tak terpenuhi karena kompetensi tenaga kerja Indonesia yang tidak sesuai, padahal tingkat pengangguran masih tinggi. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lewat penerapan kurikulum pendidikan yang lebih sesuai dengan dunia industri serta beragam pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja.

2. Fakta dan opini

Fakta:

– Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar.

– Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

– “Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

– Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

– Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.

-Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

– “Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

– Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

– Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini.

– Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang.

– Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah.

– Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit.

– Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang.

– Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

– “Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.

– Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun….

Opini:

– Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

– “Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

– Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut.

– Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

3. Struktur

– pernyataan umum/isu : paragraf 1

– pendapat/argumen (opini) : paragraf 2 sampai habis, kecuali paragraf 7

– kesimpulan : paragraf 7

Pelajari lebih lanjut

Materi berita: https://brainly.co.id/tugas/9953422

Detil jawaban

Kelas: VII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Bab: Bab 3 – Berita

Kategori: 7.1.3

Kata kunci: berita, isi, fakta, opini,

Bacalah kembali teks Editorial berikut ini ! Meski pertumbuhan ekonomi

Pertanyaan: Bacalah kembali teks Editorial berikut ini !
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tugas kali ini adalah Kalian akan ibu ajak untuk trampil berpendapat berdasarkan pola piker yang logis.

Jawablah pertanyataan-pernyataan berikut dengan mengemukakan argumen Kalian yang disertai alasan kalian.

.1. Coba kalian jelaskan pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat yang mengemukakan seperti berikut ini

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia

Jawaban:

Menurut Sekjen Kementrian Perindustrian bahwa sekolah belum dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Jadi lulusan peserta didik tidak terserap dengan baik.

Penjelasan:

BANYAK TENAGA KERJA RI TAK KOMPETEN Liputan6.com. Meski pertumbuhan ekonomi

Pertanyaan: BANYAK TENAGA KERJA RI TAK KOMPETEN Liputan6.com. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini,kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Syarief Hidayat, menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.”Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta. Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industr”Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia. Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.”Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN. Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan keterampilan calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Kelima, pendirian tiga akademi komunitas di kawasan industri. ”Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia. Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4. Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun. Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang , maka sejak 2012 Kemenperin menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah membaca teks editorial kerjakan tugas berikut ini :
1. ada berapa paragraf editorial di atas ?
2. Tuliskan 4 kalimat fakta yang terdapat dalam teks editorial tersebut !.
3.tuliskan 4 kalimat opini/ pendapat yang terdapat dalam teks editorial tersebut ! 4 .Tuliskan masing – masing 1 kalimat dalam editorial yang isinya kritik, penilaian, prediksi, dan harapan !
5. Buatlah 1 kalimat saran berdasarkan pendapatmu untuk memberikan solusi atas opini dalan editorial tersebut !​

tolong bantu jawab

Jawaban:

1. Ada 3 paragraf dalam editorial di atas.

2. Kalimat fakta dalam teks editorial:

a. Sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja per tahun.

b. Kesulitan mencocokkan lulusan sekolah dengan kebutuhan industri.

c. Kementerian Perindustrian menyusun program pengembangan SDM industri.

d. Permintaan tenaga kerja tingkat ahli di sektor TPT mencapai 500 orang per tahun.

3. Kalimat opini/pendapat dalam teks editorial:

a. Dibutuhkan penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.

b. Pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia industri.

c. Manfaat dari program pelatihan operator mesin garmen dalam meningkatkan kompetensi SDM industri.

d. Perlu program pendidikan diploma di bidang tekstil untuk memenuhi permintaan tenaga kerja tingkat ahli.

4. Kalimat dalam editorial yang berisi kritik, penilaian, prediksi, dan harapan:

  • “Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri.”
  • “Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri…”

5. Saran berdasarkan pendapatku untuk memberikan solusi atas opini dalam editorial tersebut adalah:

  • Pentingnya menjalin kemitraan yang erat antara sekolah, industri, dan pemerintah untuk mengidentifikasi kebutuhan industri dan merancang kurikulum pendidikan yang sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan.

tentukan isu aktual dan argumen berisi penilaian,kritik,prrdiksi,harapan,dan saran dalam teks

Pertanyaan: tentukan isu aktual dan argumen berisi penilaian,kritik,prrdiksi,harapan,dan saran dalam teks editorial di bawah ini.Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarief Hidayat menyatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih sangat besar. Setidaknya setiap tahun sektor industri membutuhkan 600 ribu tenaga kerja.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri itu dengan pertumbuhan industri 5-6 persen itu mencapai 600 ribu orang per tahun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Namun sayangnya, di tengah besarnya permintaan akan tenaga kerja tersebut, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia justru tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh sektor industri.

“Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh,” kata dia.Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

“Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya telah menyusun target program pengembangan SDM industri pada tahun ini. Pertama, tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang. Kedua, tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah. Ketiga, tersedianya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang industri sebanyak 20 unit. Keempat, meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang. Dan kelima, pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

“Industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja,” kata dia.Menurut Saleh, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator, tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka sejak 2012 Kemenperinan menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang bekerja sama dengan STTT Bandung, PT APAC Inti Corpora dan asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenal istilah teks editorial. Teks editorial merupakan teks yang menyajikan opini atau pendapat. Teks semacam ini biasanya dapat kita temukan di berbagai media cetak maupun elektronik. Tak jarang, karena materi yang disampaikan, teks editorial ditempatkan di bagian yang dianggap penting, seperti halaman awal. Tentunya hal ini dimaksudkakn agar teks editorial mampu menarik minat masyarakat untuk membacanya dan dengan demikian tumbuhan kesadarannya tentang topik yang dibahas.

Pada kesempatan ini, soal menyajikan kita dengan satu teks editorial. Kemudian, kita diminta untuk mencari berbagai informasi yang terdapat pada teks tersebut.

Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut satu per satu.

Isu aktual

Kebutuhan tenaga kerja di sektor industri masih cukup tinggi.

Argumen berisi penilaian

Sementara itu belum bisa dipenuhi oleh lulusan sekolah di Republik ini karena kesenjangan kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri. Jadi pengangguran banyak, tapi industri sebenarnya butuh

Argumen berisi kritik,

Makanya kurikulum harus mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia bidang industri tertentu. Memang harus begitu

Argumen berisi prediksi,

Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi mengingat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya

Argumen berisi harapan,

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian terus menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri untuk menghadapi pasar bebas ASEAN.

Argumen berisi saran

Untuk memperbaiki gap kebutuhan tenaga kerja ini, Syarif menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan kurikulum pendidikan kejuruan yang sesuai dengan kompetensi yang sebenarnya dibutuhkan industri nasional.

Contoh lain tentang teks editorial dapat kamu pelajari pada halaman berikut ini:

https://brainly.co.id/tugas/9612515

Simpulan:

Teks editorial merupakan teks yang menyajikan opini atau pendapat.

Kelas: VII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Kategori: Fakta dan tanggapan

Kode kategori: 7.1.7

Kata kunci: teks editorial